Menurut Kaelan (2007:18) Kelahiran identitas nasional suatu bangsa memiliki
sifat,ciri khas serta keunikan sendiri-sendiri, yang sangat ditentukan oleh
factor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional tersebut. Adapun
faktor-faktor yang mendukung kelahran identitas bangsa Indonesia meliputi (1)
factor objektif yang meliputi factor geografis, ekologis dan demografis, (2)
factor subjektif yaitu factor,historis, social, politik dan kebudayaanyang
dimiliki bangsa Indonesia.

Kondisi geografis ekologis Indonesia sebagai wilayah kepulauan terletak
diantara dua benua yaitu Asia dan Australia yang menjadi jalur komunikasi di
Asi tenggara turut mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis, ekonomis,
social dan kultural bangsa Indonesia. Selain itu factor historis yang ada di
Indonesia mengakibatkan berbagai macam interaksi yang terjadi di dalamnya turut
menyumbang proses pembentukan identitas nasional yang ada di Indonesia.Robert
De Ventos mengungkapakan terdapat empat factor penting sebagai akibatdari
interaksi historis yaitu factor primer, factor pendorong, factor penarik dan
factor reaktif. Faktor yang pertama mencakup etnisitas, territorial, bahasa,
agama dan sejenisnya. Hal seperti inilah yang merupakan kesatuan meskipun
memiliki beragam perbedaan tetapi hal ini tetap menjadi sebuah kesatuan yang
kemudian dinamakan Bhineka Tunggal Ika. Faktor yang kedua meliputi pembangunan
telekomunikasi dan teknologi, lahirnya angkatan bersenjata modern dan
pembangunan lainnya dalam kehidupan negara. Dalam hal ini kemajuan iptek dan
pembangunan negara juga menjadi salah satu identitas nasional yang bersifat
dinamis atau dapat terus berubah tetapi tetap berpegang teguh pada kepribadian
bangsa. Hal ini tergantung sesuai dengan prestasi bangsa tersebut serta
kemampuannya dalam mencapai prestasi tersebut. Dalam hal ini tentu saja
dibutuhkan persatuan dan kesatuan untuk memajukan negara dan bangsa Indonesia
ini.
Faktor yang ketiga yaitu mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi,
tumbuhnya birokrasi, dan pemantapan system pendidikan nasional. Di sini bangsa
Indonesia memiliki berbagai macam bahasa mengingat terdapat berbagai macam
suku,etnis dengan berbagai macam kebudayaan mereka tetapi mereka tetap bersatu
yaitu dengan satu bahasa yang menjadi bahasa bersama yaitu bangsa Indonesia. Di
dalam pendidikan pun menggunakan bahasa Indonesia sebagai meia komunikasi untuk
mempersatukan mereka. Faktor yang keempat meliputi penindasan, dominasi dan
pencarian identitas alternative melalui memori kolektif rakyat. Penderitaan dan
kesengsaraan yang dialami masyarakat Indonesia merupakan salah satu factor
strategis dalam membentuk memori kolektif rakyat. Semangat perjuangan itulah
yang kemudian menjadi identitas yang mampu memperkuat persatuan dan kesatuan
bangsa.
Belum ada tanggapan untuk "Sejarah Pembentukan Identitas Nasional Indonesia "
Posting Komentar