Inferior
Inferior adalah suatu tingkatan yang rendah atau kurang
baik (Djaka, 2005: 123). Penguasaan dalam penggunaan kata baku terutama dalam
penulisan masih sangat rendah. Di kalangan mahasiswa pun belum begitu menguasai
dalam menuliskan kata-kata baku.
Kata Baku
Kata baku adalah kata yang sesuai dengan tata
aturan kaidah bahasa. Kata baku dalam bahasa Indonesia berarti kata yang sesuai
dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan (Cen35, 2013).
Kebakuan kata amat ditentukan oleh
tinjauan disiplin ilmu bahasa dari berbagai segi yang ujungnya menghasilkan
satuan bunyi yang amat berarti sesuai dengan konsep yang disepakati terbentuk. (Kasdi, 2007).
Kata baku dalam bahasa Indonesia
memedomani Pedoman Umum Pembentukan Istilah yang telah ditetapkan oleh Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa bersamaan ditetapkannya pedoman sistem
penulisan dalam Ejaan Yang Disempurnakan. Di samping itu, kebakuan suatu kata
juga ditentukan oleh kaidah morfologis yang berlaku dalam tata bahasa bahasa
Indonesia yang telah dibakukan dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indoensia. Kata baku merupakan kata yang
digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Konteks
penggunaannya adalah dalam kalimat resmi, baik lisan maupun tertulis dengan
pengungkapan gagasan secara tepat (Kasdi, 2007).
Suatu kata bisa diklasifikasikan tidak baku bila kata yang
digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan. Biasanya
hal ini muncul dalam bahasa percakapan sehari-hari, bahasa tutur (Kasdi, 2007).
Beberapa kesalahan yang menghasilkan
kalimat tidak baku
Beberapa
kesalahan yang menghasilkan kalimat tidak baku yang telah
diposkan oleh Kasdi Haryanta (2007) antara
lain:
1.
Terpengaruh
bahasa daerah
Contoh:
-
Apa
kamu sudah makan?
-
Apakah
kamu sudah makan?
-
Bukumu
ada di saya ~ Bukumu ada pada saya.
2.
Terpengaruh
bahasa asing
Contoh:
-
Orang
yang mana berbaju putih itu abangku.
-
Orang
yang berbaju putih itu abangku.
3.
Kerancuan
Contoh:
-
Di
sekolahku mengadakan pesta.
-
Di
sekolahku diadakan pesta.
-
Sekolahku
mengadakan pesta.
4.
Kemubaziran
Contoh:
-
Kami
semua sudah hadir.
-
Kami
sudah hadir.
5.
Terpengaruh
bahasa tutur
Contoh :
-
Saya
sudah bilang sama dia.
-
Saya
sudah berkata dengan dia.
-
Emangnya
itu bini Tono?
-
Apakah
itu istri Tono?
6.
Salah
susunan kata
Contoh :
-
Kami
sudah baca suratmu.
-
Suratmu
sudah kami baca.
Kosakata bahasa Indonesia yang sering salah dieja
Kosakata bahasa Indonesia yang
sering salah dieja adalah kata-kata dalam bahasa Indonesia yang tidak
baku, yang sering rancu, salah dieja, memiliki standar berlainan, berubah
standar, dan sering salah kaprah berdasarkan Kamus Besar
Bahasa Indonesia yang dikategorikan untuk memudahkan pencarian.
Kata majemuk
yang harus ditulis serangkai
Kata-kata ini harus ditulis serangkai, namun
kadang-kadang salah ditulis dan dipisah menjadi dua kata.
Berikut tabel yang menunjukan kata majemuk yang harus
ditulis serangkai:
Benar
|
Salah
|
Contoh Kesalahan
|
Adakalanya
|
Ada
kalanya
|
-
|
Akhirulkalam
|
Akhirul
kalam
|
-
|
Alhamdulillah
|
Alham
dulillah
|
-
|
Apabila
|
Apa
bila
|
-
|
Astagfirullah
|
Astag
firullah
|
-
|
Bagaimana
|
Bagai
mana
|
-
|
Barangkali
|
Barang
kali
|
-
|
Bilamana
|
Bila
mana
|
-
|
Bismillah
|
Bis
millah
|
-
|
Beasiswa
|
Bea
siswa
|
-
|
Belasungkawa
|
Bela
sungkawa
|
-
|
|
|
Bumi
putra
|
-
|
Daripada
|
Dari
pada
|
Itulah gambaran
daripada bentuk impererialisme kuno.
|
Darmabakti
|
Darma
bakti
|
-
|
Darmasiswa
|
Darma
siswa
|
-
|
Dukacita
|
Duka
cita
|
-
|
Halalbihalal
|
Halal
bihalal
|
-
|
Hulubalang
|
Hulu
baling
|
-
|
|
|
Kaca
mata
|
-
|
Kasatmata
|
Kasat
mata
|
-
|
Kepada
|
Ke
pada
|
-
|
Keratabasa
|
Kerata
basa
|
-
|
|
|
Kosa
kata
|
-
|
Lokakarya
|
Loka
karya
|
-
|
Manakala
|
Mana
kala
|
-
|
Manasuka
|
Mana
suka
|
-
|
Mangkubumi
|
Mangku
bumi
|
-
|
Marabahaya
|
Mara
bahaya
|
-
|
|
|
Mata
hari
|
-
|
|
|
Olah
raga
|
-
|
Padahal
|
Pada
hal
|
-
|
Paramasastra
|
Parama
sastra
|
-
|
Puspawarna
|
Puspa
warna
|
-
|
|
|
Radio
aktif
|
-
|
Sastramarga
|
Sastra
marga
|
-
|
Saputangan
|
Sapu
tangan
|
-
|
Saripati
|
Sari
pati
|
-
|
Sebagaimana
|
Sebagai
mana
|
-
|
Sediakala
|
Sedia
kala
|
-
|
Segitiga
|
Segi
tiga
|
-
|
Silaturahmi
|
Silatu
rahmi
|
-
|
Sukacita
|
Suka
cita
|
-
|
Sukarela
|
Suka
rela
|
-
|
Sukaria
|
Suka
ria
|
-
|
Syahbandar
|
Syah
Bandar
|
-
|
Titimangsa
|
Titi
mangsa
|
-
|
Wali
kota
|
Walikota
|
-
|
Wasalam
|
Wa
salam
|
-
|
Kata majemuk
yang harus ditulis terpisah
Kata Majemuk yang harus ditulis terpisah misalnya:
Benar
|
Salah
|
Contoh Kesalahan
|
Alih tugas
|
Alihtugas
|
-
|
Anak emas
|
Anakemas
|
-
|
Beri tahu
|
Beritahu
|
-
|
Duta besar
|
Dutabesar
|
-
|
Hancur lebur
|
Hancurlebur
|
-
|
|
|
|
-
|
Juru tulis
|
Jurutulis
|
-
|
Kambing hitam
|
Kambinghitam
|
-
|
Kerja sama
|
Kerjasama
|
Ada yang sifatnya
kooperatif (kerjasama dengan pemerintah jajahan).
|
Lipat ganda
|
Lipatganda
|
-
|
Rumah sakit umum
|
Rumahsakit umum
Rumahsakitumum
|
-
|
Salah duga
|
Salahduga
|
-
|
|
|
|
-
|
Serba guna
|
Serbaguna
|
-
|
Tanda tangan
|
Tandatangan
|
-
|
Tanggung jawab
|
Tanggungjawab
|
-
|
Tata bahasa
|
Tatabahasa
|
-
|
Temu wicara
|
Temuwicara
|
-
|
Tepuk tangan
|
Tepuktangan
|
-
|
Jika diberi imbuhan konfiks (awalan dan akhiran),
penulisannya dirangkai, misalnya: pemberitahuan, melipatgandakan,
kutandatangani, dipertanggungjawabkan, kauhancurleburkan, dan lain-lain.
Bentuk terikat
Selain itu ada pula kategori 'bentuk terikat'. Kata
"antar" adalah salah satu contoh bentuk terikat yang jika digabungkan
dengan bentuk dasar maka penulisannya harus disatukan. Jika diikuti dengan kata
dasar, bentuk terikat ditulis tanpa jeda (spasi), namun apabila digabungkan
dengan bentuk turunan (kata berimbuhan), maka penulisannya harus dipisah.
Contoh bentuk terikat lain di antaranya:
1.
Dari bilangan angka bahasa Sanskerta: eka-, dwi-, tri-,
catur-, panca-, sapta-, dasa-, dan sebagainya.
Contoh:
Benar
|
Salah
|
Contoh Kesalahan
|
Ekabahasa
|
Eka
bahasa
|
-
|
Dwibahasa
|
|
-
|
Tridarma
|
Tri
darma
|
-
|
Tritunggal
|
Tri
tunggal
|
-
|
Caturwarga
|
Catur
warga
|
-
|
Caturwulan
|
Catur
wulan
|
-
|
Pancaindra
|
Panca
indra
|
-
|
Pancasila
|
Panca
Sila
|
Dan pada tanggal
1 Juni 1945 Bung Karno mengucapkan pidato yang berupa dasar negara yaitu
Panca sila.
|
Saptakrida
|
Sapta
krida
|
-
|
Saptapesona
|
Sapta
pesona
|
-
|
Dasatitah
|
Dasa
titah
|
-
|
Dasawarsa
|
Dasa
warsa
|
-
|
2.
Dari awalan satuan: kilo-, mega-, tera-, giga-, senti-,
mikro- dan sebagainya.
Contoh dari
awalan satuan antara lain:
Benar
|
Salah
|
Kilogram
|
Kilo
gram
|
Megawatt
|
Mega
watt
|
Terabita
|
Tera
bita
|
Gigaohm
|
Giga
ohm
|
Sentimeter
|
Senti
meter
|
Mikroorganisme
|
Mikro
organism
|
Kilometer
|
Kilo
meter
|
3.
Dari bahasa lain: a-, adi-, anti-, antar-, e- (dengan
tanda hubung), ekstra-, hiper-, juru-, ko-, kontra-, inter-, intra-, maha-,
manca-, mara-, multi-, nara-, non-, pan-, pasca-, per-, peri-, pra-, pro-,
purna-, purwa-, sub-, super-/supra-, swa-, tuna-, tele-, wira-, dan sebagainya.
Contoh dari
bahasa lain sebagai berikut:
Benar
|
Salah
|
Amoral
|
A
moral
|
Asusila
|
A
susila
|
Antarnegara
|
Antar
Negara
|
Antarwarga
|
Antar
warga
|
Ekstrakurikuler
|
Ekstra
kurikuler
|
Kontrarevolusi
|
Kontra
revolusi
|
Mahaagung
|
Maha
agung
|
Maha
pengasih
|
Mahapengasih
|
Nonblok
|
Non
blok
|
Non-Indonesia
|
Non
Indonesia
|
Perilaku
|
Peri
laku
|
Peri
keadilan
|
Perikeadilan
|
Pascapanen
|
Pasca
panen
|
Semiprofesional
|
Semi
professional
|
Subbagian
|
Sub
bagian
|
Supersibuk
|
Super
sibuk
|
Tunakarya
|
Tuna
karya
|
Ultramodern
|
Ultra
modern
|
Catatan: Unsur 'maha-'
dan 'peri-' sebagai unsur gabungan ditulis serangkai dengan unsur berikutnya.
Contoh: perilaku, peribahasa, mahabaik, mahakasih. Apabila kata berikutnya
sudah berimbuhan, unsur peri dituliskan terpisah. Contoh: peri keadilan, peri
kemanusiaan, maha pemurah, maha penyayang Apabila bentuk terikat 'non-',
'anti-', 'pan-', atau 'pro-' diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf besar,
di antara kedua unsur itu dibubuhkan tanda penghubung (-). Contoh:
non-Indonesia, anti-Asia, pan-Amerika. Bentuk terikat ditulis dengan
menyertakan tanda hubung (-) apabila:
1.
Diikuti dengan kata yang huruf pertamanya kapital,
misalnya: anti-Afrika
2.
Diikuti dengan singkatan, misalnya: pro-PBB
Contoh:
Kata
|
Benar
|
Salah
|
Malpractice
|
Malapraktik
|
Malpraktik
|
Malfunction
|
Malafungsi
|
Malfungsi
|
Malabsorption
|
Malaserap
|
Malserap
|
Maladaption
|
Malaadaptasi
|
Maladaptasi
|
Maladjustment
|
Malasuai
|
Malsuai
|
Maldistribution
|
Maladistribusi
|
Maldistribusi
|
Malnutrition
|
Malagizi
|
Malgizi
|
Malposition
|
Malasikap
|
Malsikap
|
Partikel 'pun'
Partikel 'pun' kadang dipisah kadang disambung. Jika
partikel 'pun' yang berpadanan dengan kata 'saja'/'juga', maka penulisannya
dipisah (kabar pun, saya pun). Ada dua belas (12) bentuk 'pun' yang sudah
dianggap padu harus ditulis serangkai. Berikut daftar artikel 'pun' yang
digabung:
Benar
|
Salah
|
Lema KBBI
|
Contoh Kesalahan
|
Adapun
|
Ada
pun
|
Adapun
|
Ada pun yang disebut
kepulauan Indonesia itu ialah kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai
Merauke.
|
Andaipun
|
Andai
pun
|
-
|
-
|
Ataupun
|
Atau
pun
|
Atau
|
-
|
Bagaimanapun
|
Bagaimana
pun
|
-
|
-
|
Biarpun
|
Biar
pun
|
Biarpun
|
-
|
Kalaupun
|
Kalau
pun
|
Kalaupun
|
-
|
Kendatipun
|
Kendati
pun
|
Kendati
|
-
|
Maupun
|
-
|
Maupun
|
Dalam lapangan
sosial mau pun kebudayaan.
|
Meskipun
|
Meski
pun
|
Meski
|
Meski pun gaya
politik Belanda berubah seribu kali, namun watak imperialisme dan
kolonialisme adalah tetap tidak berubah.
|
Sekalipun
|
-
|
Sekalipun
|
-
|
Siapapun
|
Siapa
pun
|
Siapa
(terpisah)
|
-
|
Sungguhpun
|
Sungguh
pun
|
Sungguhpun
|
-
|
Walaupun
|
Walau
pun
|
Walau
|
-
|
Khusus untuk partikel 'pun' pada "maupun" dapat
ditulis secara terpisah karena frasa 'mau pun' dapat bermakna ’walau mau’, misalnya
dalam kalimat 'mau pun ia sudah tidak bisa lagi' Khusus untuk partikel 'pun'
pada "sekalipun" dapat ditulis secara terpisah karena frasa 'sekali
pun' dapat bermakna ’satu kali juga’, atau ‘meski satu kali’, atau ‘walau satu
kali’, atau dalam frasa superlatif, misalnya dalam kalimat 'orang baik sekali
pun terkadang berbuat jahat'
Partikel per
Partikel per harus ditulis terpisah jika:
1.
berarti "tiap": per meter, per orang;
2.
berarti "mulai": per Oktober, per April;
3.
berarti "demi": satu per satu.
Selain dari ketiga kasus tersebut, bentuk
terikat "per-" yang berarti pecahan dan yang tergolong
imbuhan ditulis serangkai, misalnya: lima persen, dua pertiga, tujuh
persembilan, seperlima, perhatikan, perbaiki, permudahlah, persatukan.
Awalan di-/ke-
dan kata depan di/ke
Kata depan "di" yang menyatakan arah atau
tempat dan merupakan jawaban atas pertanyaan "Di mana?" ditulis terpisah.
Benar
|
Salah
|
Contoh Kesalahan
|
Di
antara
|
Diantara
|
-
|
Di
akhir
|
Diakhir
|
-
|
Di
atas
|
Diatas
|
Sesuai dengab apa
yang diuraikan diatas bahwa Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai 45, adalah Jiwa,
Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan Bangsa Indonesia.
|
Di
awal
|
Diawal
|
-
|
Di
bagian
|
Dibagian
|
-
|
Di
bawah
|
Dibawah
|
-
|
Di
belakang
|
Dibelakang
|
-
|
Di
dalam
|
Didalam
|
Didalam rapat
juga diberitakan bahwa Jepang telah menyerah tanggal 14 Agustus 1945.
|
Di
dekat
|
Didekat
|
-
|
Di
depan
|
Didepan
|
-
|
Di
hadapan
|
Dihadapan
|
-
|
Di
jalan
|
Dijalan
|
-
|
Di
kanan
|
Dikanan
|
-
|
Di
kiri
|
Dikiri
|
-
|
Di
luar
|
Diluar
|
-
|
Di
mana
|
Dimana
|
-
|
Di
muka
|
Dimuka
|
-
|
Di
pusat
|
Dipusat
|
-
|
Di
rumah
|
Dirumah
|
-
|
Di
samping
|
Disamping
|
-
|
Di
saat
|
Disaat
|
-
|
Di
sana
|
Disana
|
Tanggal 16
Agustus 1945 terdengar kabar bahwa Bung Karno dan Bung Hatta dibawa ke
Rengasdengklok, dan disana diadakan persiapan proklamasi.
|
Di
sebelah
|
Disebelah
|
-
|
Di
seberang
|
Diseberang
|
-
|
Di
sekeliling
|
Disekeliling
|
-
|
Di
sekitar
|
Disekitar
|
-
|
Di
seluruh
|
Diseluruh
|
-
|
Di simpang
|
Di simpang
|
Seperti pernah
dinyatakan oleh Bung Karno sendiri, bahwa Indonesia terletak disimpang jalan.
|
Di
sini
|
Disini
|
-
|
Di
sisi
|
Disisi
|
-
|
Di
situ
|
Disitu
|
-
|
Di
tanah
|
Ditanah
|
-
|
Di
tempat
|
Ditempat
|
-
|
Di
tengah
Di
tengah-tengah
|
Ditengah
ditengah-tengah
|
-
|
Di
tepi
|
Ditepi
|
-
|
Di
tiap
Di
tiap-tiap
|
Ditiap
ditiap-tiap
|
-
|
Beberapa kata yang memiliki arti beda jika ditulis
terpisah. Kata-kata ini khusus untuk kata dasar yang dapat berfungsi sebagai
kata benda (penunjuk tempat) sekaligus kata kerja. Beberapa contohnya
1.
Dibalik = bentuk pasif dari Membalik
2.
Di balik = di bagian sebaliknya
3.
Dikarantina = bentuk pasif dari Mengarantina
4.
Di karantina = di (tempat) karantina
5.
Disalib = bentuk pasif dari Menyalib
6.
Di salib = di (atas) salib
7.
dan lain-lain,
Beberapa kata dapat diberi konfiks "di-kan",
misalnya "diseberangkan", atau konfiks "di-i", misalnya
"diawali"
"Ke" yang menyatakan arah dan dapat menjawab
pertanyaan "Ke mana?" ditulis terpisah.
Benar
|
Salah
|
Ke
atas
|
Keatas
|
Ke
bawah
|
Kebawah
|
Ke
belakang
|
Kebelakang
|
Ke
dalam
|
Kedalam
|
Ke
depan
|
Kedepan
|
Ke
hadapan
|
Kehadapan
|
Ke
kanan
|
Kekanan
|
Ke
kiri
|
Kekiri
|
Ke
mana
|
Kemana
|
Ke
sana
|
Kesana
|
Ke
samping
|
Kesamping
|
Ke
tempat
|
Ketempat
|
Penulisan preposisi ke- yang ditulis serangkai hanyalah
untuk:
1.
kepada, kemari, dan keluar (sebagai lawan kata "masuk", untuk
lawan kata "ke dalam", penulisan harus dipisah, "ke luar").
2.
"kemeja" (baju), yang artinya berbeda dari
"ke meja"
3.
Untuk menunjuk pada suatu bilangan
ordinal, gunakan awalan 'ke-' (kedua anak ini, kelima buku itu)
4.
Untuk menunjuk pada suatu bilangan kardinal, gunakan kata
depan 'ke' (anak ke-2, buku ke-5)
5.
Beberapa kata dapat diberi konfiks "dike-kan",
misalnya:
-
Depan => Dikedepankan
-
Mana => Dikemanakan
-
Samping => Dikesampingkan
atau konfiks
"ke-an", misalnya:
-
Dalam => Kedalam, Kedalaman
Belum ada tanggapan untuk "Inferior Penulisan Kata Baku Harus Serangkai Atau Terpisah"
Posting Komentar